OLEH : Rustam, SHI
Fahamilah Firman Allah Swt. Berikut ini :
“Dan jika kamu meragukan (al-Qur’an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah suatu surat semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolong kamu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”. (QS. Al-Baqarah: 23); “Jika kamu tidak mampu membuatnya dan (pasti) tidakakan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang yang kafir” (QS. Al-Baqarah : 24).
Para Ikhwan Fiddin yang dimuliakan Allah.
Neraka dan Neraca, dua kata yang hurufnya semuanya hamper sama (Cuma beda K dan C) tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda namun memiliki kaitan yang sangat luar biasa, mari kita buktikan.
Ikhwan yang berbahagia.
Jika kita bicara soal neraka, rasanya sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita, bahkan kata-kata “NERAKA” itu sering kita lontarkan. Bahkan juga, mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa seringkali mengucapkannya jika ada orang lain atau temannya atau saudaranya, melakukan suatu perbuatan yang menyimpang atau melakukan sebuah kesalahan, “Hei….nanti masuk neraka, baru tahu rasa….”.
Namun, ucapan itu baru setakat ungkapan bibir. Tidak terlalu sering diikuti dengan upaya-upaya untukmenghindari perbuatan-perbuatan yang bias mengantarkan manusia untuk memasuki neraka. Karena dalam kenyataannya, ancaman masuk ke neraka itu dikalangan kita Umat Islam, belum begitu mengerikan atau menakutkan. Buktinya, masih banyak diantara kita dengan begitu mudahnya melakukan perbuatan-perbuatan dosa yang sudah jelas ancamannya neraka.
Sebagai contoh, seorang muslim dewasa/baligh yang tidakmemiliki halangan apapun yang dibenarkan oleh agama, dengan mudahnya meninggalkan ibadah shalat. Atau seorang anak yang diberi kepercayaan oleh kedua orang tuanya, dengan enteng menyelewengkan atau menghancurkan kepercayaan itu.
Para Ikhwan Fiddin Rahimakumullah.
Seorang yang cantik atau tampan, merasa paling cantik atau tampan, itu adalah dosa. Seorang yang kaya lalu memandang hina/rendah orang-orang miskin juga merupakan dosa. Dan kita tahu bahwa dosa adalah salah satu ticket untuk memasuki neraka.
Allah Swt. mengingatkan dalam QS. Ali Imran ayat 131, “Dan peliharalah dirimu dari api neraka yang disediakan bagi orang-orang kafir”.
“Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan kedalam neraka, setiap kali kulit mereka hangus, kami ganti dengan kulit yang lain (baru), agar mereka merasakan azab. Sungguh Allah Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana”, (QS. An-Nisa’ : 56).
“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagimereka (maksudnya, do’a dan amal mereka tidak diterima oleh Allah) dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum (saking tidak mungkinnya sebab tidak akan bisa unta masuk dalam lubang jarum). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat”, (Lihat QS. Al-a’raf : 40).
Saudaraku yang di rahmati Allah.
Masih banyak lagi ayat-ayat yang menjelaskan tentang dahsyatnya balasan neraka. Dan yang paling harus kita sadari adalah bahwa kafir itu bukanlah “Satu-satunya perbuatan ingkar kepada Allah Swt.”, bahkan kafir itu sesungguhnya adalah melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt.
Lalu apa hubungannya dengan Neraca? Neraca yang dimaksudkan di sini adalah “Timbangan”. Dalam kaitannya dengan tulisan ini, yang ingin penulis sampaikan adalah bahwa manusia wajib memiliki alat timbangan dalam dirinya dalam melaksanakan segala aktifitas kehidupannya. Alat timbangan wajib pada tiap diri seorang muslim adalah “AKAL DAN IMAN”. Akal dan iman harus dalam satu paket, ibarat sebuah timbangan adalah antara jarum dengan angka. Kalau salah satunya hilang atau rusak, maka hasilnya adalah rusak ( tidak sesuai dengan ukuran yang sebenarnya, sama dengan rugi).
Ketika ada keinginan hati untuk melakukan suatu perbuatan yang menyalahi atauran Allah Swt. dan Rasul-Nya, segeralah memfungsikan neraca yang ada dalam jiwa kita itu. Di saat orang kaya yang ingin pamerkan kekayaannya, maka yang perlu ditimbang adalah : Adakah yang kita punya itu sifatnya abadi? Di peroleh dari siapa? Tentu jawabannya adalah tidak ada yang abadi dan kekayaan itu semuanya berasal dari Allah, kita memilikinya atas izin Allah dan dengan tidak memerlukan waktu yang terlalu lama, semuanya bisa Allah musnahkan. Dengan demikian, ancaman neraka bisa kita hindari.
Namun seringkali manusia-manusia mukmin, meninggalkan neracanya ketika beraktifitas sehingga aktifitasnya tidak banyak bermanfaat untuk bekal hari esoknya (di akhirat).
Para Ikhwan Fiddin yang dirahmati Allah.
Betapa Allah Swt. dengan teliti dan akurat memberikan informasi kepada kita tentang neraka ini, bahkan Allah Swt. menamai neraka sesuai dengan bentuk ancaman yang ada didalamnya. Mudah-mudahan dengan mengetahui atau memahaminya, sedikit banyaknya akan menjadi neraca bagi kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah Swt. Diantara neraka-neraka itu adalah :
1. az-Zaqqum yaitu neraka yang dipenuhi oleh buah-buahan pahit dan mendidih seperti kotoran minyak dan dimasukkan kedalam perut orang-orang yang berdosa.
2. al-Hawiyah yaitu api yang sangat panas yang disediakan bagi orang-orang yang sedikit timbangan kebaikannya.
3. Lazha yaitu api yang dapat membongkar kulit kepala bagi orang-orang yang berpaling dari agama, penumpuk harta namun enggan membayar zakat.
4. as-Suwa yaitu api yang membakar orang-orang yang mendustakan dan memperolok-olokkan (mempermainkan) ayat-ayat Allah Swt.
5. as-Samum yaitu api yang bergejolak sebagai balasan bagi orang-orang yang mendustakan rasul dan senang/suka berbuat bathil/salah/menyimpang.
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »

